Teluk Gong

Oleh: Dzulfiqar Fatur Rachman/ The Jakarta Post

Dzulfiqar Fatur Rachman, calon jurnalis The Jakarta Post yang mengikuti live in di Teluk Gong.

Kampung Teluk Gong adalah pemukiman yang dihuni oleh orang-orang yang datang dari berbagai daerah , walaupun kampung ini bukan Pemukiman yang sah, Warga Teluk Gong sebagian terdaftar secara administratif di RT 06, RW 16, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan. Setidaknya terdapat 150 keluarga yang tinggal di kampung ini.

Pak Karyono, 57, merupakan salah satu warga yang telah lama tinggal di kampung ini, sejak 2002. Di samping bekerja mengumpulkan botol dan gelas plastik, Pak Karyono aktif sebagai Local Leader untuk acara Live in yang diadakan The Jakarta Post dan Ciliwung Merdeka. Pak Karyono juga berpengalaman terlibat dalam aktivisme yang memperjuangkan warga-warga seperti Kampung Teluk Gong. Dengan pengalaman-pengalaman tersebut, Pak Karyono termasuk orang yang dituakan di kampung ini.

Kampung Teluk Gong terhubung ke fasilitas-fasilitas umum. Untuk kesehatan, warga pergi ke Posyandu di RT yang bersangkutan. Ada juga Puskesmas Teluk Gong, yang digunakan untuk persalinan. Untuk Pendidikan, terdapat anak-anak yang belajar di sekolah umum dan juga di Yayasan. Untuk rekreasi, terdapat taman kota yang dekat, Penjaringan City Forest Park. Untuk belanja, warga mengandalkan warung sekitar dan pedagang sayur yang datang ke kampung, disebut juga sebagai pasar tumpah. Di samping itu, warga – membangun setidaknya tiga fasilitas MCK dan transportasi air seperti sampan. Kampung ini relatif mudah diakses, karena terdapat angkutan umum (angkot).

Dari segi karakter, kampung ini tidak menawarkan sesuatu yang unik entah dalam bentuk seni budaya atau pun kuliner. Tapi, warga-warga di kampung ini dapat membuat pemukimannya cukup dalam dirinya sendiri dari segi fasilitas. Ada beberapa warga yang bahkan tidak perlu keluar untuk menjalani kesehariannya. ***

Komentar & Solusi
Skip to toolbar