Teknologi Menggoreng Air

Pagi ini saya membaca berita di salah satu media mainstream, “Bosan Banjir, Warga Bukit Duri Bersedia Direlokasi”.

Hemm.. Ini pembohongan publik, “framing” media belaka..

Gubernur petahana kemarin hanya mengunjungi satu (1) RT, yaitu RT 01 RW 012, di belakang SMA 8, yang sama sekali tidak bisa dikatakan mewakili aspirasi seluruh warga Bukit Duri, apalagi komunitas warga Bukit Duri korban penggusuran paksa 28 September 2016 lalu (http://m.beritasatu.com/megapolitan/415459-bosan-banjir-warga-bukit-duri-bersedia-direlokasi-ke-rusun.html).

Buktinya dalam putaran pertama Pilkada 15 Feb 2017 lalu, gubernur petahana tidak dipilih oleh sebagian besar warga Bukit Duri. (http://m.okezone.com/read/2017/02/15/338/1619252/pilkada-dki-ahok-djarot-kalah-telak-di-lokasi-penggusuran-bukit-duri).

Sejak mulai banjir besar Jakarta tgl 16 Feb 2017 yang lalu, komunitas warga Bukit Duri di RT 05,06,07,08 RW 12 dan RW 10 dan RW 11 Bukit Duri, yang kini meski sudah tinggal dan bertahan di lokasi bukan lagi obyek proyek normalisasi, tetapi masih di Bukit Duri, namun masih juga jadi korban banjir, oleh gubernur petahana dan dan sebagian besar media mainstream, dan netizen pendukung gubernur petahana di media sosial, justru beramai-ramai kembali di-bully, dijadikan kambing hitam penyebab utama banjir Jakarta untuk kesekian kalinya (https://www.google.co.id/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/02/16/214847076/sman-8-banjir-dinas-tata-air-ungkap-penyebab-utamanya).

Padahal, mereka inilah komunitas warga Jakarta, yang seluruh bangunan, lahan serta kehidupannya sudah rata dengan tanah, luluh-lantak, akibat penggusuran paksa oleh Pemprov DKI tgl 28 September 2016 lalu (https://medium.com/@forumkampungkota/catatan-bukit-duri-f58bd3bb62e2#.qaxl1tbys), meskipun gugatan warga di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan gugatan “class action” warga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat masih/sedang berlangsung.

Ya sesudah penggusuran-paksa itu, warga Bukit Duri tetap melawan dengan melakukan gugatan hukum (setidaknya perwakilan warga ratusan KK penghuni dari 102 bidang tanah) dan dinyatakan menang secara mutlak di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) pada tgl 5 Januari 2017
(lihat: Isi Putusan PTUN yang Memenangkan Warga Bukit Duri https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/ojcpg1330).

Wah.. Benar juga, Pilkada DKI 2017 telah menemukan inovasi teknologi (hidrologi?) baru: “teknologi menggoreng air”, yaitu bagaimana air banjir digoreng-goreng menjadi isu politik demi kepentingan pemenangan dalam Pilkada 2017…!
(http://m.tribunnews.com/metropolitan/2017/02/13/netizen-figur-publik-berkicau-jakarta-tidak-banjir-ternyata-faktanya-berbeda?page=3).

#CahayaTanahGusuran
#CiliwungMerdeka

Komentar & Solusi