Tanaman Hidroponik

tanaman hidroponik hidroponik

Senin, 2 Nopember 2015, Ciliwung Merdeka mengadakan pelatihan hidroponik yang dipandu oleh Bayu Minarto. Hidroponik adalah sistem pananaman tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan pengaliran nutrisi dengan media air.

Hidroponik dalam bahasa Inggris hydroponic, berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja/daya. Hidroponik juga dikenal dengan sebagai soilness culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan daya air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.

Unsur penting dalam pertumbuhan tanaman adalah matahari, udara (oksigen, hydrogen, karbondioksida), air dan zat hara. Derngan demikian, fungsi tanah pada penanaman tradisional adalah sebagai media tanam (agar tanaman bisa tegak berdiri). Oleh karena itu, media tanam bisa dilakukan tanpa harus menggunakan tanah. Dalam hidroponik, media tanam bisa dilakukan dengan menggunakan sekam bakar, pasir, busa, rockwool, clay granular/tanah liat bakar, perlite, dan lain-lain.

Dalam pelatihan ini, peserta diajak memahami arti penanaman dengan system hidroponik dan hal-hal pokok yang harus ada dalam sistem penanaman ini. Setelah teori, peserta diajak untuk praktek mulai dengan pengenalan PH air dan cara pengukurannya dengan menggunakan alat PH meter. Berbagai macam air diukur dengan menggunakan alat ukur PH tersebut, dari air mineral, air pam, air yang sudah dimasak dan air tanah. Untuk tanaman hidroponik, PH yang ideal antara 5 – 7. Selain itu, peserta juga belajar menghitung PPM (Part per Million) yang merupakan satuan TDS (Total Disolved Solide), yang berguna untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik. Semua jenis tanaman mempunyai tingkat kepekatan nutrisinya. Alat yang digunakan adalah dengan menggunakan satuan TDS/EC (Electric conductivity). Para peserta mencoba menggunakan alat tersebut untuk mengukur kepekatan nutrisi dalam setiap air yang ada. Dengan adanya alat ini, maka bila kandungan air yang kurang nutrisi, bisa dilakukan penambahan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan tanaman tersebut.

Peserta juga diajak untuk membuat nutrisi A dan B yang harus dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman hidroponik. Nutrisi yang masih dalam bentuk padat itu dicairkan untuk menjadi induk nutrisi dengan perbandingan tertentu, dan selanjutnya akan dijadikan nutrisi bagi tanaman hidroponik setelah dicampur air tanah dengan perbandingan tertentu pula.

Selanjutnya, peserta diajak untuk membuat persemaian dari benih yang ada. Persemaian itu dilakukan dengan menggunakan rockwool dan sekam bakar. Dalam proses persemaian ini, peserta menyebarkan sendiri bijinya, dan selanjutnya akan menunggu sekitar 10 – 15 hari untuk siap tanam di rak hidroponik yang sudah disiapkan. Rak ini terdiri dari 45 lobang untuk 45 tanaman. (amang)

Komentar & Solusi