SIDANG III GUGATAN CLASS ACTION “SIDANG DI-SKOR KARENA TERGUGAT BELUM DATANG”

image

Sidang ketiga Gugatan class action Bukit Duri, Jakarta Selatan pada hari Selasa tgl. 12 Juli 2016 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang rencananya dilaksanakan pada pukul 10.00 mundur selama 1 jam. Sekitar 50 orang warga Bukit Duri sudah hadir sekitar 1 jam sebelumnya di persidangan. Mereka sudah memenuhi ruang sidang yang rencananya akan dilaksanakan di ruang Candra 3, namun kemudian dipindah ke ruang sidang Candra 6.

Sidang kali ini dipimpin oleh 3 hakim dan dihadiri oleh 3 pengacara Penggugat dan 1 perwakilan dari kuasa hukum Tergugat (Firman Candra), sedangkan yang lain masih dalam perjalanan. Sementara itu, kuasa hukum Penggugat (Vera W. S. Soemarwi, Kristian Feran dan Abraham Dastin) memberikan hasil revisi Gugatan yang diminta pada persidangan kedua 21 Juni 2016. Seperti persidangan yang lalu, berbagai flyer terpampang dalam ruang sidang: “Kampung Susun bukan Rusunawa”, “Kota untuk Semua”, “Normalisasi = Betonisasi = Penggusuran”, Rumahku Urat Nadiku”, “Janji Jokowi Kampung Susun”, “Jokowi Sahabat Kita”, “Ciliwung Nyawa Kita”, “Geser Bukan Gusur”, Rusunawa Bukan Solusi”. Selain itu, kaos yang dipakai warga bertuliskan “Save Bukit Duri – Kali Ciliwung”, “Menolak digusur demi kemanusiaan yang adil dan beradab” dan “Menagih janji Jokowi dalam kampanye pilgub 2012”.

Setelah semua administrasi dikatakan lengkap oleh hakim, hakim menawarkan untuk me-skor sidang sampai pukul 13 atau menunda 3 minggu lagi karena perwakilan Tergugat mengatakan kuasa hukum yang lain sedang dalam perjalanan. Tentu saja Penggugat memilih menunggu meskipun dengan gerutu warga yang telah datang ke persidangan ini sejak pukul 09.00, yang menganggap Tergugat tidak menghargai undangan persidangan yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00. Warga berharap Tergugat mendapatkan teguran karena keterlambatan ini.

Pada pukul 13, warga sudah memasuki ruang sidang, namun sidang baru dimulai lagi pada pukul 13.45 setelah perwakilan Pihak Tergugat (11 pihak dan Turut Tergugat 7 pihak) datang sehingga perwakilan Tergugat menjadi 3 orang. Meskipun demikian, sidang tetap dilanjutkan.

Semula, pihak Tergugat meminta penggugat untuk memperbaiki nomenklatur Tergugat karena sudah tidak sesuai dengan yang sekarang, namun ditolak hakim karena pada saat gugatan ditayangkan, masih memakai nomenklatur yang lama. Tergugat meminta kepada hakim agar gugatan diperbaiki khususnya pada pihak TergugatVI dan beberapa nama Turut Tergugat. Namun hakim menolak permintaan Tergugat dengan alasan bahwa permintaan Tergugat dapat dilakukan pada saat pemeriksaan pokok perkara. Hakim meminta agar Tergugat menanggapi apakah Gugatan Perwakilan atau Class Action ini dapat diterima oleh pihak Tergugat atau tidak? Pemeriksaan jawaban Tergugat akan dilakukan pada sidang berikutnya tanggal 19 Juli 2016 pukul 10.00. Seluruh warga, kuasa hukum warga, dan hakim meminta agar Tergugat dapat menghadiri persidangan minggu depan tepat waktu.

Komentar & Solusi