Seruan Penyemangat dari dan untuk Bukit Duri

Selamat pagi Ibu-Bapak dan kawan-kawan warga Bukit Duri..!

Mohon sudi membaca kesaksian perjuangan hidup Yusra Mardini, seorang perempuan pencari suaka, pengungsi dari kancah perang Suriah yang tengah berjuang luar biasa keras menuju Olimpiade Rio 2016..!

http://m.juara.net/read/sport/lainnya/153376-yusra.mardini.dan.perjuangan.pencari.suaka.menuju.olimpiade.rio.2016

http://m.detik.com/news/internasional/3266340/kisah-yusra-mardini-dari-perang-suriah-ke-olimpiade-brazil

Sudah sejak tahun 1990-an saya berusaha menemani, mendampingi komunitas-komunitas warga kampung kota (urban) di berbagai tempat di Jakarta yang mengalami penggusuran-paksa, sebagai pilihan kebijakan sistem pembangunan Jakarta, ibukota negeri tercinta ini..

Sampai hari ini, ternyata nyaris tak ada perubahan apa-apa. Lihatlah perlakuan dari pihak Pemprov DKI, dari pihak masyarakat menengah dan kaum elit, serta sikap dan mental masyarakat miskin itu sendiri pada umumnya.

Penghancuran kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik, ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia yang akut. Komunitas warga miskin kota senantiasa telah dibuat tercerai-berai, terusir, menjadi para pengungsi yang terlunta-lunta di dalam negeri sendiri.

Dan kebanyakan dari pihak warga miskin sendiri pun, karena begitu lama berada dalam kondisi ketertindasan, maka sikap dan mental pasif ketergantungannya pun luar biasa. Cenderung pasrah-ngalah.

Kini tiba saatnya kita belajar dari kesaksian hidup seorang Yusra Mardini..!

Dari sekitar 400-an KK warga Bukit Duri, di bulan ini, terbukti tinggal kitalah sekitar 90-an warga Bukit Duri yang terjaga sadar berani melawan, menggugat. Melawan dan menggugat nasib agar tidak ditentukan oleh orang lain. Ya perjuangan keras kita selama ini lahir dari pihak kita sendiri yang kita yakini diridhoi oleh Allah SWT.

Kita dengan sadar sudah memilih jalan perjuangan aktif tanpa kekerasan. Dengan proses kerja keras solidaritas kreatif yang panjang di tengah komunitas warga Kampung Bukit Duri sejauh ini, kita tengah memberikan kesaksian bahwa hidup ini bagaikan perjuangan berada dalam satu perahu, sehati seperasaan dalam perjuangan mengarungi tantangan hempasan ombak lautan.

Dan sudah sejak beberapa tahun lalu, kita telah aktif berpartisipasi terlibat membangun kota Jakarta. Maka tanpa kita sadari, gerakan sahaja kita tengah mengundang datangnya solidaritas berupa simpati, sapaan, pengertian, bantuan dari sesama warga “economic survival” di perkotaan, kawan-kawan buruh, kaum nelayan korban reklamasi, para praktisi dan akademisi, tokoh-tokoh masyarakat yang masih medengar hati nuraninya sendiri.

Dan dengan penuh kesadaran kita juga sedang menempuh perjuangan hukum dengan menggugat secara perwakilan kelompok atau “Class Action” kepada Pemprov DKI, BBSCC, Pemkot DKI di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kita tengah mengusulkan pembangunan “Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri”, milik sendiri dan bersama, sebagai solusi alternatif ketimbang hanya satu solusi yang dipaksakan oleh gubernur DKI selama ini yaitu Rusun Sewa Rawa Bebek.

Sudah saatnya kita berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan sesama warga kota Jakarta dalam membangun kehidupan kota Jakarta.

Berjuang bersama membangun kampung kota yang adil dan bermartabat, sensitif HAM, bersekutu dengan alam, ekologis, demokratis-partisipatif, berkelanjutan..

Selamat berjuang.
Salam solidaritas ..!
Sandyawan Sumardi

Komentar & Solusi