Penggusuran Disertai Kekerasan

20160112000051

Setelah sehari sebelumnya perwakilan warga RW 10 Bukit Duri mengadakan Siaran Pers menolak adannya penggusuran dan pindah ke rumah susun sebelum adanya musyawarah antara warga dan Pemprov DKI. Selasa (12/1) Pemkot Jakarta mempertontonkan lagi penggusuran disertai kekerasan. Penggusuran kali ini terjadi di RW 10 Kelurahan Bukit Duri. Dalam penggusuran tersebut Pengacara Publik dari LBH Jakarta Alldo Fellix Januardy menjadi korban pemukulan aparat Satpol PP dan Polisi.

Alldo Fellix Januardy
Alldo Fellix Januardy

Berikut kronologinya:
1. Sekitar pukul 06.32 WIB, puluhan aparat gabungan Satpol PP dan Polsek Tebet, didampingi Camat, datang ke Bukit Duri.
2. Pukul 07.00 diskusi berlangsung alot antara warga, Satpol PP, Polsek. Dan Camat yang bersikukuh ingin menggusur warga. Warga membela diri dengan menyatakan bahwa masih ada audiensi dengan DPRD dan gugatan PTUN
3. Pukul 7.15, Alldo Fellix Januardy selaku Pengacara Publik LBH Jakarta mencoba memediasi diskusi yang berlangsung dan membela posisi warga. Alldo mengingatkan bahwa Polisi, Satpol PP, dan Camat harus menghargai proses hokum
4. Tidak terima dengan pernyataan tersebut, Alldo langsung dikeroyok oleh 5 orang aparat Satpol PP dan Polri. Bapak Mahludin Camat Tebet dan Bapak Nurdin Kapolsek Tebet, ikut memukul dan mendorong Aldo.
5. Kemudian Alldo mengalami luka-luka di bagian kepala, kacamata yang ia kenakan lensanya pecah di sisi kiri.
6. Setelah itu ia ditarik jauh dari lokasi diskusi dan diancam akan ditangkap jika bicara.

Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi meninjau lngsung
Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi meninjau lngsung

Akibat tindakan kekerasan tersebut Alldo mengalami luka-luka di bagian kepala dan penggusuran tetap berlangsung. Setelah selesai menghancurkan RT 11 di RW 10 dan sebagian RT 12 Aparat Pemkot mulai bergerak ke rumah-rumah di RT 12 yang masih ada penghuni dan belum mendapatkan rusun. Setidaknya ada 3 RT (RT 11, 12 dan 15) yang akan terkena dampak normalisasi Sungai Ciliwung. Walikota Jakarta Selatan yang baru Tri Kurniadi datang ke lapangan menyaksikan langsung pembongkaran 97 petak bidang yang terkena dampak normalisasi Sungai Ciliwung. (anto)

Komentar & Solusi