Pemberdayaan Ekonomi Korban Penggusuran

pelatihan jamu

Sabtu, (25/9) Komunitas Ciliwung Merdeka bekerjasama dengan Jamu Jago mengadakan pelatihan UKM kepada warga korban penggusuran Kampung Pulo. Sekitar 30 warga mengikuti pelatihan periode pertama. “Memang selama ini ada yang memberi bantuan kepada korban penggusuran tapi itu sifatnya aksidental atau sementara dan terkesan formalitas”, ungkap Sandyawan Koordinator dari Ciliwung Merdeka. “Tujuan pelatihan ini untuk memandirikan ekonomi kerakyatan”, imbuh Sandyawan.
Dalam pelatihan pembuatan jamu ini hadir pula Jaya Suprana selaku President Direktur PT Industri Jamu Cap Jago. “Bantuan pelatihan kepada warga Kampung Pulo dan sebagian Bukit Duri ini bertujuan agar warga mandiri secara ekonomi dengan berusaha jualan jamu” katanya.

pelatihan jamu1

Tidak hanya pelatihan membuat jamu, para peserta ini juga akan diberikan keranjang gendong atau gerobak jamu. Tentu dengan proses seleksi. Ia melihat warga Kampung Pulo dengan mata kepala sendiri dan merasa prihatin kepada ekonomi mereka. “Saya tidak mau ikut campur soal penggusuran, saya hanya mau membantu warga Kampung Pulo secara tulus, tanpa pamrih, dan terlebih saya kenal dengan sosok Sandyawan”, tegasnya.

pelatihan jamu2

Selanjutnya Ciliwung Merdeka akan mendampingi para warga yang tertarik berdagang jamu dalam bentuk koperasi. Koperasi ini akan selalu berkomunikasi dengan perusahaan Jamu Jago yang turut memonitor. Jamu Jago akan memberikan bantuan bakul, botol, jamu (untuk jamu gendong) dan bantuan sepeda, tempat dan jamunya, termos (untuk jamu sepeda) dan gerobak beserta isinya (untuk jamu gerobak). Penyeleksian terhadap warga yang berminat akan dilakukan oleh Ciliwung Merdeka, dan kemudian akan merekomendasikan ke Jamu Jago. Bagi mereka yang berminat nantinya akan diberi pelatihan lagi dengan lebih lengkap dan lebih profesional. Diharapkan warga nantinya harus bisa membuat jamu sendiri sesuai dengan kreativitasnya. Pada tahap awal, Jamu Jago akan memberikan bantuan jamu sasetan ke warga dengan jumlah tertentu untuk dijual oleh warga. Jadi, Jamu Jago tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang.
Bahan baku juga harus dekat dengan para penjual jamu. Kebetulan posisi pemukiman warga dari Kampung Pulo, rusunawa Jatinegara dan Bukit Duri tidak jauh dari Pasar Meister (Pasar Jatinegara) yang menyediakan bahan-bahan mentah untuk pembuatan jamu. Diharapkan, nantinya warga bisa menanam sendiri bahan-bahan mentah jamu tersebut, baik dalam bentuk hidroponik, pot biasa maupun yang vertical. Dengan demikian, para wiraswasta jamu ini akan semakin berkembang dan profesional. (anto/amang)

Komentar & Solusi