Mengubah Daerah Kumuh Menjadi Kampung Susun

Translate oleh : Irwan Karnadi dari “Changing Slum Into Multistory Kampung”

Novia D. Rulistia, The Jakarta Post, Jakarta | Jakarta | Sat, November 03 2012, 9:13 AM

(Ciliwung Merdeka)

Meningkatkan kehidupan mereka yang hidup di daerah kumuh Jakarta menjadi prioritas utama pemerintahan baru, yang mempertimbangkan pendirian bangunan bertingkat yang disebut kampung susunataukampung yang tinggi.

Bagaimanapun juga, mengubah pola pembangunan perkotaan yang sudah bertahan selama puluhan tahun tidak dapat dilakukan denganmudah, terutama bila mengubah ketidaksukaan yang sudah populerdanberlangsung lamauntuk tinggal di bangunan yang tinggi

Salah satu rencana yang dibahasoleh pejabat-pejabatdaerah dan parapemimpin lokal meliputi pemindahan warga  di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung di  Bukit duri, Jakarta Selatan.

“Kami mengadakan pertemuan seminggu sekali selama berbulan-bulan untuk membahas rencana bagaimana untuk membuat lingkungan hidup yang lebih baik,” menurut Sandyawan Sumardi, pimpinan Sanggar Ciliwung Merdeka, sebuah organisasi warga di Bukit Duri.Ia melanjutkan, “Saya katakan kepada Anda, tidaklah mudah untuk meyakinkan orang tentang gagasan kampung susun.”

Sandyawan menghubungkan keragu-raguan para warga perkampungan kumuh dengan prasangka terhadap perumahan bertingkat dan rasa takut kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka.

“Dari total 871 rumah tangga yang tinggal di delapan RT di Bukit Duri, hanya 281 rumah tangga di tiga RT saja yang setuju dengan rencana kampung susun. “Saya harap yang lain akan ikut menyesuaikan setelah perbincangan lebih lanjut dalam waktu dekat.”

Kampung susun adalah kompleks apartemen bertingkat murah yang dilengkapi dengan ruang publik dan ruang usaha.

Sebelumnya para “local leader” telah bertemu dengan Gubernur Joko “Jokowi” Widodo untuk mempersiapkan cetak biru pelaksanaan pembangunan kampung susun untuk mereka yang tinggal di bantaran sungai.Untuk menenangkan para warga bantaran sungai, Jokowi setuju untuk mengecualikan peraturan perencanaan tata ruang yang mengharuskan seluruh tempat tinggal berada paling tidak 50 meter dari sungai.

Gubernur setuju untuk melebarkan sungai dari lebar sekarang 20 meter menjadi 35 meter, dan memindahkan pemukiman dari bantaran sungai paling tidak 6 meter, kata Sandyawan.

Hasilnya adalah area yang “cukup luas” untuk membangun jalan yang bisa dilalui mobil pemadam kebakaran 4 meter dari bantaran sungai ditambah 2 meter batas pemukiman yang bisa digunakan sebagai ruang hijau.
Setiap bangunan di kompleks kampung susun digunakan untuk warga dar isatu RT. Pada lantai gedung paling bawah, ruangan dialokasikan untuk warga yang mempunyai usaha sendiri.

Kebanyakan warga Bukit Duri bekerja di sektor ekonomi informal, seperti menjual makanan, membuka toko kelontong, atau pemotongan ayam.

Ruang publik juga akan disediakan untuk mendorong warga berinteraksi satu sama lain, kata Sandyawan. “Kami masih menghitung total investasi yang diperlukan untuk mewujudkan semua ini. Tapi saya berharap akan ada pihak swasta yang bersedia terlibat dalam proyek ini”

Walaupun beberapa pihak menyatakan ketertarikan dalam pembangunan kampung susun, Sandyawan menyatakan bahwa sulit untuk mencari pendanaan di luar pemerintahan.

(Ciliwung Merdeka)

“Saya sudah mendapatkan seorang arsitek dan seseorang dari asosiasi Real Estate Indonesia (REI) yang setuju untuk membantu. Mudah-mudahan, mereka bias menggunakan jaringan mereka untuk menarik lebih banyak investor untuk membantuh alini,” kata Sandyawan.

Sejak pelantikannya padatanggal 15 Oktober 2012, Jokowi telah mengunjungi daerah kumuh di seluruh kota untuk menaksir rencana merubah daerah-daerah tersebut.

Kebanyakan dari daerah yang dikunjungi Jokowi berada di daerah rawan banjir, seperti bantaran sungai. Namun, tidak semua daerah kumuh dijadwalkan untuk perubahan.Kebanyakan akan tergantung pada kepemilikan tanah dan juga pertimbangan geologis.

Ketua Dinas Perumahan dan Gedung Jakarta, Novizal, mengatakan bahwa dinas masih mengumpulkan informasi lokasi mana yang menjadikan kandidat terbaik untuk kampung susun.“Kami harus memastikan bahwa rencana tersebut tidak melanggar rencana tata ruang kota dan peraturan lainnya,” kata Novizal.“Kami juga harus mencapai kesepakatan dengan warga terlebih dulu, menyelesaikan masalah dalam komunitas.Itulah yang menjadi fokus kami saa tini,” kata Novizal.

Ia mengatakan bahwa tidak akan ada penggusuran ketika kota membangun kampung susun, mengklaim bahwa warga yang terkena dampak akan ditawari tempat tinggal sementara oleh pemerintah.

Setelah kampung susun selesai,  warga bebas untuk menempati rumah baru mereka. “Masih ada banyak hal yang membutuhkan perencanaan lebih lanjut, termasuk masalah anggaran, Tapi kami berharap untuk memulai pembangunan tahun depan,” katanya.

http://www.thejakartapost.com/news/2012/11/03/changing-slums-multistory-kampung.html

Komentar & Solusi