Kunjungan Kedubes Perancis/French Embassy Visiting

Kamis, 28 Maret 2013, Ciliwung Merdeka mendapat kunjungan dari sebuah Kedutaan Besar luar negeri. Hal ini jelas bukanlah hal yang biasa bagi kami. Mana ada sebuah Kedubes mau datang ke tempat kumuh, padat, dan terletak di pinggir kali seperti Ciliwung. Lain hal dengan  Kedubes Prancis ini yang  datang dan mengunjungi Sanggar Ciliwung Merdeka dengan rendah hati.

Thursday, 28 of March 2013, Ciliwung Merdeka was visited by an Embassy. It was an extraordinary thing to us. There is no Embassy wants to come to the slum area where is crowded and located in the riverbanks of Ciliwung. Contrast to the French embassy which comes and visits Sanggar Ciliwung Merdeka with humility.

Mrs. Corinne Breuze, Duta Besar Perancis dan Dr. Bertrand de Hartingh, Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan, beserta seorang interpreter datang ke Sanggar Ciliwung pada pukul 11.00 WIB. Awalnya mereka sempat berpikir untuk masuk ke kampung dengan berjalan kaki karena mereka beranggapan jalannya terlalu sempit dan kecil. Memang di pintu masuk kampung jalannya cukup kecil karena banyak para pengrajin second furnitur yang menutupi jalan masuk kampung. Tapi setelah kami yakinkan bahwa mobil yang mereka tumpangi bisa masuk, akhirnya mereka pun tiba di lokasi. Begitu datang, kami menyambutnya dengan alunan musik khas Ciliwung Merdeka dan juga beberapa presentasi mengenai tata ruang kampung Bukit Duri dan Kampung Pulo. Sedikit kami paparkan dan gambarkan maksud dari program Tata Ruang Kampung Swadaya. Tujuan dari program ini adalah agar kampung Bukit Duri dan Kampung Pulo tidak digusur begitu saja dan tanpa alternatif. Di sini kami menawarkan model atau design alternatif kampung, jika nantinya program pemerintah untuk normalisasi sungai direalisasikan. Mereka cukup terkesan dan atusias mendukung program Ciliwung Merdeka tersebut.

MRs. Corrine Breuze, the Ambassdor, and  Dr. Bertrand de Hartingh, Coorporation and Cultural Counselor and also an interpreter came to Sanggar Ciliwung at 11 o’clock. First they had thought that it would be better if they entered the village on foot because impossible for car to enter. It was right that the way they passed was too narrow because many furniture stand beside the way. But after convincing them, they could enter and arrive in Sanggar.We welcome them by typical music of Ciliwung Merdeka and some presentations about Spatial Program. The purpose of this program is to prevent from eviction without alternative way. We offer the design and model of Kampong Alternative, if the government program in normalization of river would be held. They are impress and enthusiastic in supporting our program.

Di samping menjalin hubungan dengan CM, Kedubes Prancis juga bersedia untuk membantu Ciliwung Merdeka dalam hal seni dan budaya antara lain, mendatangkan koreografer dari Prancis untuk mengajar tarian Hip Hop kepada 7  anak, vokal grup 20 anak, dan kursus bahasa Prancis 2 orang di Pusat Kebudayaan Prancis, Salemba Raya, Jakarta Pusat.

In addition of making relationship to CM, the French embassy also willing to help Ciliwung Merdeka especially in art and culture, such as, bring a choreographer straight from France to teach Hip Hop dance to 7 children, group vocal to 20 children, and give scolarship of French course to 2 person in French Cultural Center, at Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Komentar & Solusi