Konferensi Pers Gugatan Komunitas Bukit Duri

IMG_4883

12 Mei 2016, sejarah mencatat upaya warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, merespon rencana Pemerintah Kota Jakarta untuk merelokasi warga ke Rusunawa Rawa Bebek. Relokasi tersebut merupakan muara dari program normalisasi CIliwung yang berdampak pada penggusuran warga yang menghuni tepian sungai untuk pembetonan sisi sungai dan pembangunan jalan inspeksi.

Sanggar Ciliwung di tepian sungai itu dipadati wartawan dan warga Bukit Duri yang bersama-sama berdialog tentnag upaya gugatan hukum warga yang telah diajukan tanggal 10 Mei 2016. Dengan diajukannya gugatan warga ke pengadilan, maka proses eksekusi normalisasi CIliwung masuk pada kondisi status quo. Dengan kata lain, Pemerintah Kota harus menunggu putusan pengadilan sebelum bisa melanjutkan program normalisasi.

Dalam konferensi pers ini, terdapat paparan dari I. Sandyawan Sumardi, Supri, dan Mulyadi selaku warga RT 6 RW 12 Bukit Duri sebagai warga yang terdampak program normalisasi. Disampaikan tentang janji politik gubernur membangun Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri, peran kampung Bukit Duri dalam perputaran ekonomi Jakarta, serta ancaman sistem dalam Rusunawa yang akan memiskinkan warga. Selain itu terdapat paparan tentang sejarah singkat Bukit Duri dari Soekarno, sejarawan yang bergabung di Ciliwung Merdeka. Salah satu kuasa hukum warga, Vera Soemarwi, juga memberikan gambaran konteks legal yang mengikat program normalisasi beserta hak warga negara.

Pada kesempatan ini, hadir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Beliau memberikan simpati kepada gugatan warga Bukit Duri sebagai upaya warga negara untuk memperjuangkan suaranya di mata negara yang merdeka. Lebih lanjut beliau menekankan pentingnya jiwa pemerintahan yang melindungi warga negara demi terciptanya perikemanusiaan dan perikeadilan.

Konferensi pers ditutup dengan dorongan singkat dari ketua Ecosoc, Sri Palupi, yang mengedepankan etika pemerintah dan posisi wacana tanah negara yang mestinya berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Dukungan praktisi dan pemerhati pemerintahan berkeadilan ini juga diramaikan dengan kehadiran Jaya Suprana yang konsisten menaruh simpati pada perjuangan warga Bukit Duri. Dengan berakhirnya konferensi pers siang itu, dimulailah perjuangan gugatan hukum warga Bukit Duri dan upaya bersama warga mengajak pemerintah untuk turun langsung ke Bukit Duri dan berdialog dengan warga.

IMG_4824 IMG_4837edit IMG_4843edit IMG_4861edit IMG_4821edit IMG_4865editIMG_4886edit

Komentar & Solusi