Kebohongan Yang Menyakitkan

Sangat menyakitkan jika sebuah KEBOHONGAN disebarluaskan atas dasar: “KATANYA” kemudian dikemas dengan gambar yang sengaja direkayasa bahkan sebuah DRAMA yang dikemas cantik menjadi sebuah KEBENARAN!!!

Saya tahu karena bukan seumur jagung mengenal mereka. Saya tahu bukan disaat banyak media sedang memburu. Saya tahu bukan setelah saya meraung menangis bersama beberapa teman melihat bangunan disebrang Sanggar saya dihancurkan kalian.

Saya tahu setelah membaca air muka mereka yang letih dan tersakiti, masuk ke dalam hati mereka, menelusuri jejak perjungan hidup mereka, memeluk bahu mereka yang melemah karena hilang harapan.

Apa yang saya tahu adalah mereka berhak atas tanah yang mereka tempati turun temurun. Mereka punya surat dari jaman Belanda. Yang artinya mereka disana sebelum negara ini merdeka.
Kalian sebut tidak berlaku? Kenapa kalian tidak berusaha memfasilitasinya menjadi hak milik mereka? Sudah pernah ada program untuk hal itu. Kenapa mereka dipersulit saat mengurusnya?? Disebut Tanah negara. Bahkan semua tanah di Indonesia adalah tanah negara!!

Karena banjir mereka harus di normalisasi. Oh ya?? Yakin karena banjir?

Mereka kumuh!! Kalau kalian mau menata ya silahkan, mereka sudah membuka diri untuk ditata. Bahkan mereka punya usulan desain sendiri mau diapakan kampungnya.

SAYA JUGA TAHU BAHKAN DILUAR SANA TAHU:

“HEADLINE : KAMPUNG DERET!!”

MEREKA DIJADIKAN MATERI SUPAYA KALIAN MELANGKAH KE KURSI DI BALAIKOTA!

Mereka jelas mendukung program kalian apalagi saat Kalian sudah di kursi tsb. Dengan Pergubnya akan mengganti rugi semua bangunan. Mereka WELCOME untuk diukur bidang tanahnya, didata kepemilikan tanahnya. Dengan harapan janji itu adanya NYATA.
Periode kepimpinan berganti dan kalian sudah menduduki kursi impian masing-masing, lihatlah apa yang kalian INGKARI???
Mudahnya mempertanyakan hak mereka padahal mereka punya bukti.

Cantiknya kalian bungkus dengan apartemen mewah sebagai DRAMA pengganti. Oh ya? Nyaman untuk ditinggali tapi bagaimana untuk kelangsungan hidup mereka? Hak yang dimiliki menjadi hak sewa yang kalian bilang murah. Bagaimana bisa dibilang murah jika mereka tak bisa bekerja?

Bahkan bentrokan sengaja dibuat seakan-akan mereka yang yang kecil adalah mereka yang anarkis. Padahal Kalian tahu menit sebelumnya kalian mematahkan kesepatakan baru dan robot-robot kalian mulai menyerang mereka dengan alasan: tak terkendali.

Hunian yang berpuluh-puluh tahun dibangun dengan keringat dan air mata di hancurkan dengan tak bernurani!!!!

Sekali lagi:

Sangat menyakitkan jika sebuah KEBOHONGAN disebarluaskan atas dasar: “KATANYA” kemudian dikemas dengan gambar yang sengaja direkayasa bahkan sebuah DRAMA yang dikemas cantik menjadi sebuah KEBENARAN!!!

Yanti, 23 Agustus 2015

┬╗Tanah ini tanah kenangan, tiap langkah ada kisahnya.
Tanah ini tanah kehidupan, tiap jengkal ada nafasnya.
Tanah ini tanah perjuangan tiap petak ada korbannya
Tanah ini tanah merdeka tiap inci satukan kami
Tanah tumpah darah tumpah!! (Sandyawan Sumardi)

Komentar & Solusi