Kampung Sumur

Oleh: Haryadi Prawiratama/ The Jakarta Post

Haryadi Prawiratama, calon jurnalis The Jakarta Post yang mengikuti live in di Kampung Sumur.

Tinggal dan menetap di salah satu rumah warga Kampung Sumur RT 07/ RW 10, Kelurahan Klender , Duren Sawit, Jakarta Timur. Selama dua hari sambil mengikuti

Kegiatan penghuni rumah seperti memisahkan limbah di pengepul sebelah rumah dan berdagang di toko.

Selain itu, penulis juga mempelajari profil Kampung Sumur RT07/10, seperti mengenal Ketua RT 07 Bapak Mat Zen dan mendiang Ketua RW10 Bapak Abdul Rozak yang meninggal hari Rabu kemarin.

Di samping kedua tokoh besar tersebut, ada pula seorang ustad dari Buaran bersama Pak Mujib yang kerap membantu warga sekitar. Terkait warga Kampung Sumur sendiri, jumlah mereka di RT 07 sekitar 2.800 jiwa / 402 KK. Sementara di RW 10 sekitar 7000 jiwa. Menurut catatan sipil kantor Kelurahan Klender, jumlah penduduk Klender mencapai 86.172 jiwa/28.069 KK, meski akurasinya belum pasti karena banyak warga yang tidak masuk dalam catatan sipil.

Fasilitas umum Kampung Sumur tidak banyak, yaitu terdapat Sanggar Daya Kemanusiaan, satu yayasan pemerintahan, tiga mushola, dan PAUD yang merangkap sebagai balai warga.

Untuk transportasi, warga sekitar mengandalkan sepeda motor mengingat sempitnya jalan umum, dan sedikit rumah memiliki mobil.

Dan di luar Kampung Sumur terdapat beberapa fasilitas umum seperti SD Negeri (5&7), SMP Negeri (6,27 dan 167), SMAN 59, dan Pasar Klender yang umumnya di akses dengan kendaraan motor atau angkot.

Terakhir, karakter yang khas tentang warga Kampung Sumur adalah keberagaman mereka yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yaitu Jawa (60%), Sunda, Batak, Madura, Flores, Betawi, dan Padang. Selain itu mata pencaharian mereka juga beragam, seperti memulung, berdagang asongan, membuka usaha pengepul, dan beberapa usaha lainnya yang khas menurut asal mereka. ***

Komentar & Solusi
Skip to toolbar