Refleksi I. Sandyawan Sumardi: Lucu Sekali Negeri Ini!

Hiya ha haaa…!  Lucu sekali negeri ini!   (Saya tidak ingin berucap: “Sial sekali si Sandyawan ini!) Bayangkan. Saya tidak sedang membuat pernyataan publik apa pun. Saya sedang bekerja biasa-biasa saja, ya memang dengan segala keterbatasan saya, saya masih bersusah-payah menemani, mendampingi, dan membela korban-korban penggusuran terutama komunitas warga Bukit…

Stigmatisasi, justifikasi, hancurkan!

  Setiap tahun di DKI Jakarta pasti ada penggusuran, entah terhadap rumah atau pedagang kaki lima. Terkadang penggusuran luput dari pemberitaan, tapi ada beberapa yang jadi perbincangan hingga berbulan-bulan, biasanya karena warganya melakukan perlawanan sengit. Sejak penggusuran Kampung Pulo di Jakarta Timur di Agustus 2015, di bawah pemerintahan Gubernur Basuki…

MELAWAN PROPAGANDA MENJERNIHKAN FAKTA DAN DATA

Ikhtiar mencari dan membuktikan kebenaran fakta serta data secara rasional, empirik dan sistematik melalui penelitian sederhana dengan tema “Politik Hukum Rusunawa dalam Penggusuran Paksa Warga Bukit Duri, Studi Kasus Rusunawa Rawa Bebek” ini merupakan keniscayaan yang wajar. Dalam kata pendahuluannya, diungkapkan secara jujur oleh para peneliti bahwa penelitian ini dilakukan…

slide

SEPULUH AGENDA RAKYAT UNTUK MERAIH KEADILAN

RINGKASAN EKSEKUTIF “SEPULUH AGENDA RAKYAT UNTUK MERAIH KEADILAN” Forum Sosial Jakarta Indonesia belum keluar dari krisis. Elite politik justru membuat rakyat terpuruk semakin mendalam. Korupsi, beban hutang dan penghapusan subsidi, ketimpangan pembangunan pusat-daerah, bertambahnya jumlah pengangguran, penggusuran dan penghancuran ekonomi rakyat serta lingkungan hidup berkait-kelindan dengan krisis politik yang sangat…

slide

HUMANITY: A WAY TO GOD

HUMANITY: A WAY TO GOD (Globalization, Poverty and Religion)[1] I. Sandyawan Sumardi[2] Introduction  Indonesia, an island nation filled with mysticism and superstition has been haunted by ghosts for decades. In this time and age, the ghosts still continue to linger and has caught so much attention that it has been…

slide

SENANDUNG DAYANI

SENANDUNG DAYANI Sebuah Kisah Sejarah Gerakan Sosial I. Sandyawan Sumardi Dayani namaku. Seorang perempuan pinggiran. Sehari sesudah aku dilahirkan, Bapak dan Mamak menamaiku Dayani. Maria Dayani Adilah, nama lengkapku. “Ya sebenernya sih cuman Dayani aja. Itupun bapakmu yang ngarang..”, kata Mamak suatu hari ketika pertama aku bertanya soal nama di…

slide

TERROR HATI NURANI DI NEGARA HUKUM

TERROR HATI NURANI DI NEGARA HUKUM Kami adalah warga negara biasa, dari pelbagai macam latar belakang profesi, yang beranjak dari pengalaman terbatas yang belum usai, keterlibatan Tim Relawan Penolong Korban Insiden Berdarah 27 Juli 1996. Kini, tergerak oleh panggilan nurani kami masing-masing ketika bersentuhan dengan kondisi perikehidupan para korban di…

slide

BAYANG-BAYANG SAHABAT

BAYANG-BAYANG SAHABAT I. Sandyawan Sumardi Cak Munir, “diamput” sampeyan Cak! Pergi duluan tanpa permisi. Padahal kerja kita masih banyak. Masih panjang, masih jauh… Sepi Cak, sampeyan pergi. Lihatlah, bukan hanya Mbak Suci, Alief dan Diva, tapi juga aku dan begitu banyak kawan-kawan tercenung. Menitikkan air mata ketika hari itu, 7…

slide

SUBVERSI NARATIF KAUM KORBAN

SUBVERSI NARATIF KAUM KORBAN I.Sandyawan Sumardi MONUMEN KORBAN Beberapa sosok manusia tengah bergerak pelan, gemetar dalam kelam. Seorang perempuan, seorang ibu tengah merangkul, merengkuh beberapa manusia korban sekaligus dalam pelukannya, sambil berlutut bersama. Wajah sang bunda tengadah ke atas. Teriakannya berpendar-pendar tanpa suara, matanya menerawang jauh. Rupanya tengah dibisikkan sebuah…

slide

BUDAYA MEMAAFKAN DAN MENGAKU SALAH DI INDONESIA (DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT KORBAN)

BUDAYA MEMAAFKAN DAN MENGAKU SALAH DI INDONESIA (DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT KORBAN) I . Sandyawan Sumardi PROLOG Di tahun 1968, Kaisar Hirohito, maharaja Jepang yang bertahta sejak akhir 1926, untuk pertama kalinya menyatakan “menyesal” atas “masa lampau yang sial” (“fuko-na-kako”) di depan Presiden Soeharto yang berkunjung, atas segala kejahatan tentara Jepang…