Catatan Sandyawan Sumardi

Tgl 8 Januari 2017

Ibu-Bapak dan para sahabat Forum Kampung Kota, Ciliwung Merdeka dan Gema Ibukota…

Sejak 3 minggu lalu, apa lagi sejak kemenangan warga Bukit Duri dalam sidang gugatan di PTUN kamis, 5 Januari 2017, sebenarnya beberapa orang yang secara resmi maupun yang mengaku tim sukses dari ketiga pasangan calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017, sudah ada beberapa yang menghubungi saya, untuk dapat bertemu dengan komunitas warga Bukit Duri, perwakilan Ciliwung Merdeka (CM), Forum Kampung Kota (FKK) atau Gema Ibukota (GI)..

Pada prinsipnya kami tidak keberatan. Kami tetap terbuka menerima.

Hanya kalau mau bertemu dengan komunitas warga Bukit Duri, silahkan masing-masing pasangan calon datang sendiri langsung bertemu dan berdialog dengan komunitas warga Bukit Duri. Sebaiknya bukan juru kampanyenya saja yang datang.
Perkara bakal diterima atau tidak oleh warga, itu terserah warganya. Warga di Jakarta ini kan bebas dan otonom mengaktualisasikan hak politiknya.

Kalau masing-masing pasangan calon dan tim suksesnya mau bertemu dengan saya secara pribadi maupun sebagai perwakilan dan bersama dengan anggota-anggota FKK, CM, bahkan “Gema Ibukota” (GI), selalu saya katakan:
“Kami selalu terbuka, bersedia bertemu secara khusus, dengan pasangan calon manapun, dan sebaiknya tidak bersamaan dalam pertemuan dengan komunitas warga.

Karena kami FKK (yang anggotanya sekitar 270-an yang tersebar bukan hanya di Jakarta, tapi juga Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Palembang, Aceh, dlsb), CM dan GI ini pada dasarnya adalah para praktisi dan akademisi penggiat perkotaan dari berbagai latar belakang pengalaman dan disiplin ilmu.

Kami ini merupakan gerakan yang berpegang teguh pada prinsip
kemanusiaan yang adil dan beradab, independen, non-sektarian, non-partisan, dengan akal sehat dan nurani senantiasa bekerja bersama bahu-membahu, sekuat daya berdasarkan data-data obyektif, kebutuhan nyata kontekstual masyakakat, utamanya rakyat kecil yang jauh dari akses uang dan kuasa, dengan segala daya kreativitas dan inovasi.

Kami senantiasa berusaha sekuat daya menyuguhkan solusi-solusi alternatif-konstruktif bagi pembangunan kota, “kampung-kampung” kota yang manusiawi, yang bermartabat, berwawasan ekologis, bersekutu dengan alam, berkeadilan, demokratis-partisipatif, berkelanjutan, indah, terbuka siaga berkoordinasi saling menguntungkan dengan wilayah dan kota-kota lain sekitarnya.

Maka Ibu-Bapak dan para Sahabat..

Jangan heran, kalau misalnya besok atau lusa, atau kapan-kapan ada pasangan calon dan tim suksesnya yang akan datang pada kami, baik bertemu dengan komunitas warga Bukit Duri pasca kemenangan sementara di peradilan PTUN, maupun bakal bertemu dengan perwakilan FKK, CM maupun GI.

Sekali lagi ini sama sekali tidak bisa atau belum bisa dikatakan warga Bukit Duri atau kami FKK, CM dan GI tidak independen lagi.
Secara pribadi anggota-anggota FKK, CM maupun GI bisa saja menggunakan hak politiknya yang bebas dan otonom. Tapi sebagai organisasi independen, FKK, CM dan GI yakinlah, kami tetap independen.

Memang ada kawan yang menganggap saya “naif” dan apolitis dengan sikap ini. Bagaimana mungkin, sudah dibohongi, difitnah, dibully dan digusur, kok masih saja mau terbuka, menerima dan bekerjasama, bahkan tetap saja berusaha memberikan masukan/usulan solusi alternatif dan konstruktif?
Ya tidak apa. Toh sudah cukup lama sejak 1990 saya terlibat di dataran rendah kemanusiaan sampai saat ini. Sedang para politisi kan kebanyakan cenderung hanya beberapa periode yang penuh stress dalam memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan.
Tidak apa, karena memang itulah sikap saya, dan saya yakin juga sikap FKK, CM dan GI.

Ada yang bertanya, “Apakah Sandyawan tidak mau masuk atau membentuk partai politik?”
Jawab saya, “Mau”.
Saya memang sedang membentuk “Partai Kemanusiaan”.
“Partai Kemanusiaan Indonesia”.
(Awas, jangan disingkat…!).

Terima kasih.

Jakarta, 8 Januari 2017

Salam,
Sandyawan Sumardi
#CahayaTanahTergusur
#MenolakPenggusuran

Komentar & Solusi